Rabu, 13 Januari 2016

Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [2]

Islam mengajarkan umatnya berwudhu jika dalam keadaan marah untuk menurunkannya. Air menyegarkan, sebab marah berasal dari setan (dari api) dan hanya padam dengan air
Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [2]
www.prayerinislam.com
Penelian: Rajin berwudhu mencegah kanker kulit
Lanjutan artikel PERTAMA

Aspek lain yang Dr. Magomedov tekankan bahwa sunnah menekanan betapa pentingnya memijat dan menekan dalam berwudhu, yang itu  memiliki  suatu penjelasan secara ilmiah.
Dr. Magomedov mengatakan bahwa studinya dipicu oleh keyakinannya bahwa shalat lima waktu Muslim termasuk manfaat yang tidak hanya sebagai efek spiritual yang kuat tetapi juga manfaat bahwa itu memiliki efek penyembuhan fisik yang murni.
Preventive Cleansing
Dari sudut pandang pengobatan non-alternatif, Mukhtar Salem, pada bukunya berjudul; Prayers: a Sport for the Body dan Soul, mengatakan ada 6 manfaat kesehatan dari setiap bagian dalam sunnah berwudhu.
KULIT:
Wudhu, kata dia, membantu untuk mencegah kanker kulit. Ini adalah penjelasannya: bagian yang kita bilas selama berwudhu adalah bagian dimana tubuh paling rentan terkena polusi, apakah itu polusi dari dalam tubuh yang keluar melalui pori-pori kulit, seperti keringat, maupun dari luar tubuh. Dengan berwudhu, menyingkirkan polusi ini lima kali sehari, dan karena itu membersihkan lapisan kulit luar yang pada gilirannya membantu sel-sel dibawahnya berfungsi dengan baik.
Juga, membersihkan dengan air membantu memperkuat ujung pembuluh darah, serta saraf dan kelenjar yang berada di dekat permukaan kulit, dan sehingga membantu mereka dalam menjalankan fungsi-fungsi mereka secara efisien.[Salem, Mukhtar, Prayers: A sport for the soul and body, CAIRO, The Arab Modern Centre (1990), pg.52.]
Salim menambahkan bahwa penelitian itu telah membuktikan satu dari penyebab-penyebab kanker kulit yaitu bahwa kulit terkena kimiawi, terutama petrokimia, bahan kimia yang didapat dari petroleum dan gas alami, dan cara terbaik untuk mencegah kanker kulit adalah dengan secara rutin menyingkirkan bahan kimia tersebut.
MULUT:
Alasan nyata dibalik berkumur dalam wudhu, kata Salem, adalah untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi dan gusi. Ini juga salah satu alas an kenapa bersiwak (menggosok gigi) dianjurkan sebelum berwudhu.
LUBANG HIDUNG:
Ketika membersihkan kedua lubang hidung, gerakan ini pula menghasilkan sebuah tindakan pencegahan terhadap penyakit dengan menyingkirkan kuman yang terperangkap di kedua lubang hidung dan mencegahnya masuk ke sistem pernafasan.
Menurut sebuah penelitian yang diadakan oleh sekelompok dokter di Universitas Alexandria, dalam Sunnah, yang mendesak pembersihan hidung dengan memasukkan air ke dalam dan kemudian mengeluarkannya, secara positif mempengaruhi lapisan dalam hidung.
Mereka yang melakukan wudhu dengan benar akan memiliki lubang hidung bersih, tanpa adanya debu yang menempel pada bulu-bulu hidung di dalam. Namun, mereka yang tidak melakukan wudhu memiliki lubang hidung yang berminyak, dan bulu-bulu hidung mereka gampang sekali rontok.
WAJAH:
Membersihkan wajah berulang-ulang dapat memperkuat sel kulit wajah dan membantu mencegah penuaan dini-keriput seperti halnya efek membersihkan bagian dalam mata, yang dapat mencegah infeksi mata, kata Salem. Membersihkan telinga dapat menyingkirkan penumpukan lilin, yang menyebabkan infeksi telinga serta mempengaruhi bagian dalam telinga, yang menyebabkan ketidakseimbangan tubuh.
KAKI:
Sunnah mendorong untuk membersihkan sela-sela jari kaki ketika berwudhu, yang itu juga sangat penting, kata Salem, bagi kaki yang di jaman modern ini terperangkap sepanjang hari di dalam sepatu.
Secara keseluruhan, dia menambahkan, wudhu juga juga mempunyai efek olahraga pada semua otot yang terlibat di dalam gerakan wudhu, yang demikian itu dirangsang lima kali sehari atau bahkan lebih.
Memadamkan Api Amarah
Sunnah, menganggap berwudhu, juga secara ekologis ramah, Nabi secara berulang-ulang mendorong untuk menjaga air, bahkan jika berwudhu di aliran sungai. Ibn Majah terkait sabda Rasulullah, “Ada seorang syetan dalam wudhu yang bernama ‘walhan’, yang artinya rakus, hindari membuang-buang air”
Kita juga disarankan agar berwudhu jika kita dalam keadaan marah untuk menurunkannya. Dan efek menyegarkan dari air, serta seperti yang kita tahu bahwa marah itu berasal dari setan yang terbuat dari api dan dapat dipadamkan dengan air.
Akhirnya, pesan moral yang dapat kita ambil, selain pengetahuan tentang manfaat wudhu. Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari yang kita lihat, dan kita harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa ketetapan Allah mempunyai kebijaksanaan di baliknya yang mungkin kita tahu maupun tidak.
Dan mereka berkata: Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kami kembali.” (Surat 2, ayat 285)
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Quran itu) adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya,(QS: An-Najm, ayat 3-4).*/artikel diambil dari tulisan Lamya Tawfik berjudul asli The Preventive and Healing Wonders of Ablution. Pernah dimuat islamonline tahun 2004, diterjemahkan Nashirul Har AR.

Referensi: www.Hidayahtullah.com
Facebook page: www.facebook.com/riska.pratama.ardi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar