Sabtu, 19 November 2016

Iblis: Mahluk yang Terjatuh dari Langit Ketujuh

 

Allah S.W.T. telah menciptakan bangsa jin ribuan tahun sebelum penciptaan manusia. Bangsa jin bersifat ganas karena mereka terbuat dari api, mereka tidak seperti manusia yang terbuat dari tanah (bumi), sehingga sifat alami kita adalah rendah diri.
Dan bangsa jin dapat terbang, jin juga dapat hidup di dalam air. Jin tidak mempunyai batasan seperti manusia.
 
Sebenarnya iblis adalah salah satu jin. Dan Allah telah menciptakan banyak jin pada saat belum ada manusia di bumi. Sebenarnya Allah telah mengirimkan banyak nabi dari bangsa jin itu sendiri. Dan para nabi dari bangsa jin ini berdakwah agar mereka berlaku baik dan menyembah Allah, tapi bukannya mendengarkan, mereka malah membunuh para nabi ini. Mereka saling bertarung. Masalah kecil menyebabkan mereka berkelahi dan saling membunuh.
Dan di antara mereka ada yang paling taat dan patuh kepada Allah, yang selalu mendengarkan para nabi yang ada di bumi. Dialah iblis, pada saat itu iblis adalah jin yang baik.
Bangsa jin bisa terbang ke jagat raya. Dan pada masa itu para jin dapat pergi ke pintu gerbang yang terletak di antara akhir jagat raya dan permulaan langit kedua. Pada dasarnya kita berada di bumi ini, akhir dari jagat raya kita berada dalam satu langit. Dan Allah telah menciptakannya demikian, seperti lapisan bawang bombay, lapisan di atas lapisan. Allah telah menciptakan tujuh langit yang luas. 
Dan iblis mulai menyembah Allah sehingga Allah meninggikan derajatnya. Jadi dia telah melampaui para jin di bumi sehingga dia bisa terbang di atas langit pertama dan melintasi langit kedua, kemudian dia terus menyembah Allah. Dan dia menyembah Allah dengan para malaikat, tapi sebenarnya dia sedang mengejar sesuatu. Dia tidak melakukannya secara gratis, dia menginginkan sesuatu sebagai balasannya. Iblis ingin berkuasa, dia ingin menguasai para jin di bumi. 
Allah tahu kenapa dia terus beribadah, jadi Allah berfirman “Lakukanlah. Seberapa jauh kau dapat melakukannya? Kau seharusnya beribadah untuk menjadi rendah hati.” Apa tujuan kita beribadah? Untuk menjadi rendah hati, siapapun yang rendah hati kepada Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya. Siapapun yang sombong, maka Allah akan merendahkan derajatnya. Inilah hukum Allah. Jadi jika kau ingin mempunyai derajat yang tinggi di kerajaan Allah, maka kau harus mengikuti hukum Allah. 
Dan iblis terus beribadah sehingga dia dapat pergi ke langit ketiga, keempat, kelima, keenam, hingga akhirnya dia sampai ke langit ketujuh, kemudian dia menjadi seperti mukarabin, layaknya malaikat yang paling dekat dengan Allah. Kemudian dia mengajukan diri kepada Allah, Ya Allah, kirimlah aku dengan sekumpulan malaikat untuk bertarung dan membunuh semua jin yang pemberontak di bumi. Allah mengabulkan permohonannya dan mengirimnya dengan bala tentara malaikat. Iblis adalah pemimpin dari sekumpulan tentara ini. Mereka ke bumi dan membunuh semua jin pemberontak. Mereka membiarkan beberapa jin yang tidak terlalu pemberontak.
Dan sekembalinya dari menang perang, iblis berpikir “Insya Allah, waktuku akan tiba. Setelah semua ibadahku, akulah yang pantas mendapatkannya.” Dia berpikir bahwa Allah akan menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi, yang mewakili hukum Allah di bumi. Dan itulah ketika Allah S.W.T. memberikan ujian pada semuanya. 
Ketika Tuhan berkata kepada para malaikat “Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, para malaikat yang dekat dengan Allah berkata “Ya Allah, apakah Kau akan menjadikan khalifah di bumi, sedangkan para jin telah membuat kerusakan di bumi. Ya Allah, kami sebagai malaikat memuji-Mu siang dan malam, kenapa Kau mau melakukan hal itu? Bukannya kami menolak, tapi kami tidak mengerti.” Kemudian Allah berfirman “Aku tahu sesuatu yang tidak kau ketahui.
Kemudian Allah S.W.T. memberikan perintah kepada semua malaikat untuk menghidupkan Adam A.S., dan mereka semua bersujud kepada Adam A.S., kecuali iblis. Iblis tidak mau bersujud dan dia berpikir “Yang benar saja. Makhluk ini? Setelah sekian lama aku beribadah? Ck... ck... ck... Di bumi aku beribadah sehingga bisa ke langit pertama, langit kedua, langit ketiga, hingga langit ketujuh. Dan setelah segala ibadahku, inikah balasannya? Apakah aku tidak akan mendapatkan apa yang kuinginkan? Aku tak akan bersujud kepadanya.” Semuanya bersujud, kecuali iblis, dialah satu-satunya yang berdiri. Dia bukan hanya tidak mau bersujud, namun dia juga berkata “Aku lebih baik darinya dan aku lebih pantas. Aku punya hak untuk tidak bersujud kepadanya. Setelah berkata seperti itu, maka iblis dikutuk dan terjatuh dari tempat tertinggi hingga ke tempat terendah. 
Referensi: www.lampuislam.org 

Iblis Menurut Pandangan Islam



Iblīs (Arabic إبليس), adalah nama nenek moyang dari bangsa jin. Sebagaimana Adam adalah seorang nenek moyang dari manusia. Allah menciptakan Iblis dari nyala api.
Iblis (dari bahasa Arab yang artinya "dia yang dipukul memar"). Alkitab tak punya literatur tentang Setan, selain dari perjanjian lama: ha-Satana, yang berarti musuh. Definisi setan ini lalu diadopsi oleh bahasa Yunani: diabolos yang dalam bahasa Inggris disebut devil.
ESTIMOLOGI 
Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa بَلَسَ, meaning yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan "Yang akan terus menyesal di dunia dan di akhirat"
ASAL MULA
Sejak penciptaan manusia Adam, iblis diperintahkan Allah untuk bersujud kepadanya, namun iblis tidak mau sujud kepadanya. Oleh karena itu, Iblis di keluarkan oleh Tuhan dari Surga dan menjadi mahluk yang terkutuk.
Ia meminta kepada Tuhan untuk menangguhkan kematiannya hingga hari kiamat. Iblis dendam kepada manusia, keturunan Adam karena lantaran kehadiran Adam, obsesinya jadi makhluk nomor satu jadi buyar. Iblis juga disebut Setan dan seluruh jin dan manusia yang menjadi pengikutnya juga disebut Setan.
Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali disebutkan bahwa Iblis sebelum dilaknat oleh Allah, bernama asli Azazil dan sesungguhnya ia memiliki banyak nama/julukan, yaitu:
* Langit pertama al-Abid (ahli ibadah, selalu mengabdi luar biasa kepada Allah)
* Langit kedua ar-Raki (ahli ruku)
* Langit ketiga as-Saajid (ahli sujud)
* Langit keempat al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah)
* Langit kelima al-Qaanit (selalu ta'at)
* Langit keenam al-Mujtahid (bersungguh-sungguh dalam beribadah)
* Langit ketujuh az-Zahid (sederhana dalam menggunakan sarana hidup)
TEMPAT TINGGAL IBLIS
Iblis dan anak cucunya tinggal di kamar mandi, WC, tempat yang bernajis dan kotor serta tempat maksiat. Berdasarkan Anas bin Malik r.a.,
Iblis telah bertanya pada Allah, katanya : "Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepada-Mu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku."
Firman Allah: "Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas."
IBLIS DI NERAKA
Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa ketika para penghuni Neraka sudah sampai di neraka, di situ disediakan sebuah mimbar, pakaian, mahkota dan tali untuk mengikat Iblis, yang kesemuanya itu terbuat dari api. 
Kemudian ada suara yang memerintahkan Iblis untuk naik kemimbar: "Wahai Iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan berbicaralah kamu kepada penghuni neraka."
Maka dia pun naik ke mimbar dan berkata: "Wahai para penghuni neraka."
Semua orang yang berada dalam neraka mendengar ucapannya dan memandang ke arah pemimpin mereka itu.
"Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahwa kamu semua mati lalu akan dihimpun dan dihisab menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke Surga dan satu kumpulan ke Neraka Sa'ir."
Iblis berkata lagi: "Kalian semua menyangka bahwa kalian semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia. Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kalian semua."
"Akhirnya kalian semua mengikuti aku, maka dosa itu untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, karena sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang mengumpat..."
"Mengapakah kamu tidak mau menyembah Allah SWT? Sedangkan Dia yang menciptakan segala sesuatunya..."
"Hari ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari siksa Allah, dan kamu juga tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari keharibaan Tuhan."
 
Setelah ahli neraka mendengar kata-kata Iblis itu, lalu mereka melaknati Iblis. Setelah itu Iblis dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak yang terbuat dari api dan jatuhlah dia ke dasar Neraka yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya.
Malaikat Zabaniah lalu berkata kepada Iblis dan pengikutnya: "Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di Neraka untuk selama-lamanya."
 Referensi: www.lampuislam.org 

Khutbah Iblis yang Sangat Menyentuh


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Iblis berkhutbah…??, benar… ia berkhutbah… bahkan khutbah yang paling menyentuh hati… tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.



Quote:Quote:Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻗَﺎﻡَ ﺇِﺑْﻠِﻴْﺲُ ﺧَﻄِﻴْﺒًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﺒَﺮٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺎﺭٍ ،
ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻋَﺪَﻛُﻢْ ﻭَﻋْﺪَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻭَﻋَﺪْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺧْﻠَﻔْﺘُﻜُﻢْ

"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563)


Quote:Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :

ﻳُﺨْﺒِﺮُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﺧَﻄَﺐَ ﺑِﻪِ ﺇِﺑْﻠِﻴْﺲُ ﺃَﺗْﺒَﺎﻋَﻪُ، ﺑَﻌْﺪَﻣَﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑَﻴْﻦَ
ﻋِﺒَﺎﺩَﻩُ، ﻓَﺄﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺕ، ﻭﺃﺳﻜﻦ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦ ﺍﻟﺪﺭﻛﺎﺕ،
ﻓﻘﺎﻡ ﻓﻴﻬﻢ ﺇﺑﻠﻴﺲ -ﻟﻌﻨﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﺣﻴﻨﺌﺬ ﺧﻄﻴﺒﺎ ﻟﻴﺰﻳﺪﻫﻢ ﺣﺰﻧﺎ ﺇﻟﻰ
ﺣﺰﻧﻬﻢ )4 ( ﻭﻏَﺒﻨﺎ ﺇﻟﻰ ﻏﺒْﻨﻬﻢ، ﻭﺣﺴﺮﺓ ﺇﻟﻰ ﺣﺴﺮﺗﻬﻢ

"Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah memasukan kaum mukminin ke surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan…." (Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)
 
  Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan…tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka jahannam…tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!


 Khutbah tersebut… Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…, Khutbah yang mengalirkan air mata mereka khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan kesalahan mereka…
Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah 'alaihi Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:  Quote:Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻟَﻤَّﺎ ﻗُﻀِﻲَ ﺍﻷﻣْﺮُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻋَﺪَﻛُﻢْ ﻭَﻋْﺪَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ
ﻭَﻭَﻋَﺪْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺧْﻠَﻔْﺘُﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٍ ﺇِﻻ ﺃَﻥْ
ﺩَﻋَﻮْﺗُﻜُﻢْ ﻓَﺎﺳْﺘَﺠَﺒْﺘُﻢْ ﻟِﻲ ﻓَﻼ ﺗَﻠُﻮﻣُﻮﻧِﻲ ﻭَﻟُﻮﻣُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ
ﺑِﻤُﺼْﺮِﺧِﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﻤُﺼْﺮِﺧِﻲَّ ﺇِﻧِّﻲ ﻛَﻔَﺮْﺕُ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﺷْﺮَﻛْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﻣِﻦْ
ﻗَﺒْﻞُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ ) ٢٢ (ﻭَﺃُﺩْﺧِﻞَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ
ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍﻷﻧْﻬَﺎﺭُ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ) ٢٣ )

"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih". Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka" (QS Ibrahim : 22-23)

Demikianlah khutbah Iblis tersebut….setelah ia menggoda manusia setelah menipu mereka…setelah menjerumuskan mereka dalam neraka…setelah tercapai cita citanya…lalu… Iapun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas godaan-godaannya…

Bahkan ia sama sekali tidak mau disalahkan dan dicela…akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri
Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya… Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahwa:
 
Quote:  Bayangkanlah jika seandainya kita menjadi pengikut Iblis dan kita dipanggang di Api Neraka, menjadi sia-sialah semua hal yang kita banggakan selama di Dunia ini
"Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih"…

sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin…

 bayangkanlah jika Allah menyelamatkan kita dari tipu daya Iblis, lantas Dia memasukan kita ke dalam Surga-Nya...sungguh sirnalah semua penderitaan hidup yang kita alami di Dunia ini.
Allah Subhana wa Ta’ala Berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﻣَﻘَﺎﻡٍ ﺃَﻣِﻴﻦٍ ﻓِﻲ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﻭَﻋُﻴُﻮﻥٍ ﻳَﻠْﺒَﺴُﻮﻥَ ﻣِﻦ
ﺳُﻨﺪُﺱٍ ﻭَﺇِﺳْﺘَﺒْﺮَﻕٍ ﻣُّﺘَﻘَﺎﺑِﻠِﻴﻦَ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah. Dan kami jodohkan mereka dengan bidadari bermata jeli.” [Qs. Ad-Dukhan: 51-54]Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis…jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini….orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasehat-nasehat, tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah…hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis wal'iyaadzu billah.  
Sumber: KaskusReferensi: www.lampuislam.org Facebook Page: www.facebook.com/riska.pratama.ardi

Akhir Hayat Penggemar Musik dan Pecinta Al-Qu'ran


Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokaatuhu
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah kisah nyata AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN. Saya merinding ketika pertama kali membaca kisah ini. Semoga kita tetap dalam lindungan-NYA untuk mati dalam keadaan iman dan islam...aamiin

berikut adalah kisah AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN selelngkapnya.

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka, setiap hari begitu, benar-benar mengherankan!” Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan, Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah. Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku. Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali
 ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya… Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.  Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.  Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.  “Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit… Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum. Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan. Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”. Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya… Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin… (Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48] 

Referensi: www.lampuislam.org 
Facebook Page: www.facebook.com/riska.pratama.ardi

Hati-hati Dalam Bergaul



Menjaga pergaulan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah

Tahukah Anda? Jika Anda mempunyai kualitas yang buruk itu mungkin bisa berasal dari teman-teman Anda, mungkin juga keluarga Anda. Setan itu bisa berbentuk teman, sahabat sejati, dan macam-macam bentuk lainnya. Semoga Allah menjaga kita. Aamiin.

Terkadang setan itu menggunakan mulut dari seseorang yang sangat dekat denganmu. Setan sangat cerdik, dia sangat cerdas. Terkadang, didikan di rumah sangat baik, tapi di sekolah seperti apakah kita? Mungkin mereka belajar ketidakjujuran ketika ujian, belajar untuk berkata kotor, mencuri, dsb. Jadi, kita harus lebih berhati-hati jika kita bersekolah di sekolah yang seperti itu.

Kita juga harus berhati-hati dengan siapa kita berteman. Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam surah al-Furqan 27-29:


(27). وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا 
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul."

(28). يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا 
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku).

(29). لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗوَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا 
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.
Sungguh pada hari kiamat, mereka akan menyesali dan berkata "Ya Allah, temanku ini, sahabatku ini, mereka membuatku lupa pada-Mu ya Allah dan sungguh setan sangat lihai menipuku ya Allah."
Ketika seseorang merokok, 9 dari 10 orang merokok karena ikut-ikutan dengan teman-teman mereka.
Ketika seekor paus berenang, dia akan berenang bersama seekor paus lainnya. Ketika kita melihat ikan kecil, ikan kecil akan berenang bersama dengan ikan kecil lainnya, dan begitulah seterusnya.
Seorang yang shaleh dan seorang pemabuk tidak bisa berjalan bersama. Ini seperti seekor sarden berenang bersama paus. Yang satu memakan yang lain. Dan hal ini takkan terjadi. Allahuakbar.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla selalu menjaga diri kita. Aamiin.
 
Referensi: www.lampuislam.org 
 

4 Masalah dan Solusinya

 



1. Hawa nafsu dan syahwat menganggumu? Periksa shalatmu

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ
“Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yg mereka telah melalaikan sholat dan memperturutkan syahwat hawa nafsunya”  (QS. Maryam: 59)


2. Mempunyai hati yang keras, akhlak buruk, sengsara, sulit menjalani hidup? Perbaikilah hubungan dan bakti kepada ibu 

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيا
“Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku dan Dia tdk menjadikan aku seorang yg sombong lagi celaka"  (QS. Maryam: 32)

3. Mudah depresi, tertekan, hidup terasa sempit? Perbanyak interaksi dengan al-Qur'an

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا
”Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (al-Qur'an-berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yg sempit" (QS. Thaha: 124)
4. Gelisah, kurang tegar & teguh dalam kebenaran? Perbanyak melaksanakan nasehat & mauidzah yang didengar. 


وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً
 
“Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka)” (QS. an-Nisa: 66)

Dari: Ust. ‘Abd. 'Aziz 'Abd. Rouf Al Hafidz
 
Referensi: www.lampuislam.org 
 

Siksaan yang Ditimpakan Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Shalat



 

"Barang siapa yang menyia-nyiakan shalat maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengazabnya dengan 15 siksaan yaitu 6 siksaan akan ditimpakan ketika di dunia, 3 siksaan ketika mati, 3 siksaan ketika di alam kubur, dan 3 macam siksaan ketika bangkit dari alam kubur."

6 MACAM SIKSAAN YANG DITIMPAKAN DI DUNIA:
1. Allah 'Azza wa Jalla akan menghapus ciri-ciri keshalihan dari wajahnya.
2. Seluruh amal shalihnya tidak mendapat ganjaran dari Allah 'Azza wa Jalla.
3. Dia tidak akan mendapat bagian dari do'a orang-orang shalih.
4. Allah 'Azza wa Jalla akan mencabut keberkahan umurnya.
5. Allah 'Azza wa Jalla tidak akan mengangkat do'anya ke langit. 

6. Seluruh makhluk di dunia akan mencercanya.
3 MACAM SIKSAAN YANG AKAN DITIMPAKAN KETIKA MATI: 1. Dia akan mati dalam keadaan hina. 2. Dia akan mati dalam keadaan haus walaupun diberi minum air seluruh samudera di dunia, dia takkan bisa menghilangkan hausnya. 3. Dia akan mati dalam keadaan lapar.
3 SIKSAAN YANG AKAN DITIMPAKAN DI ALAM KUBUR: 1. Dia akan memiliki kuburan yang sempit yang menghimpit tubuhnya sehingga tulang rusuk kiri dan kanannya saling bersilangan. 2. Api akan dinyalakan di dalam kuburnya dan ia akan diguling-gulingkan di dalam baranya siang dan malam. 3. Allah 'Azza wa Jalla akan memasukkan ular berbisa bernama Syuja'ul Aqra' ke dalam kuburnya.
Kedua mata ular itu terbuat dari api, kuku-kukunya dari besi, panjang setiap kukunya sepanjang sehari perjalanan. Ular itu akan memekik kepadanya, "Saya adalah Syuja'ul Aqra'!" suaranya seperti petir yang menyambar, ia berkata lagi, "Tuhanku telah memerintahkanku untuk menderamu, karena kamu telah menyia-nyiakan waktu shalat shubuh hingga ke waktu dzuhur, waktu dzuhur hingga ke ashar, waktu ashar ke waktu maghrib, waktu shalat maghrib ke waktu isya, waktu isya ke waktu shubuh." Setiap pukulan akan membenamkan orang itu ke dalam tanah sedalam 70 hasta, lalu dengan kukunya ular itu akan mencungkilnya lagi ke luar dari tanah, terus berulang-ulang sampai hari kiamat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjauhkan kita dari adzab kubur. Aamiin... 

3 SIKSAAN YANG AKAN DITIMPAKAN PADA HARI KIAMAT: 1. Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan malaikat untuk menarik orang itu hingga ke Neraka Jahanam dengan wajah terseret. 2. Ketika hari hisab Allah Subhanahu wa Ta'ala memandangnya dengan pandangan murka. 3. Dihisab dengan hisab yang sangat pedih, tiada keringanan sedikitpun baginya selama-lamanya.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla tidak menyiksa kita di alam kubur dan di akhirat. Aamiin... 

Referensi: www.lampuislam.org 
Facebook Page: www.facebook.com/riska.pratama.ardi